Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA diharapkan mendorong kemandirian ekonomi mustahik hingga kelak menjadi muzaki.

BOGOR – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Ummul Quro Bogor menyalurkan bantuan modal usaha senilai total Rp50 juta kepada 10 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Selasa (20/10/2026). Masing-masing penerima manfaat memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta.Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Gunung Sindur sebagai bagian dari sinergi Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Berbasis KUA antara LAZ Ummul Quro Bogor dan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Seksi Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Bogor, H. Zulpakor Ali Akbar, S.Ag., M.H., Kepala KUA Gunung Sindur, H. Adi Supriyadi, S.E.I., serta Pembina LAZ Ummul Quro Bogor, Dr. Suhandi, M.Pd.I., dan Ketua LAZ Ummul Quro Bogor, Abdullah, S.Pd. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua LAZ Ummul Quro Bogor kepada 10 pelaku UMKM penerima manfaat. Selanjutnya, dana bantuan modal usaha akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima.

Pembina LAZ Ummul Quro Bogor, Dr. Suhandi, M.Pd.I., mengatakan bahwa bantuan tersebut bersumber dari dana zakat yang diamanahkan para muzaki melalui LAZ Ummul Quro Bogor. Karena itu, penyaluran dan pemanfaatannya harus dipastikan tepat sasaran serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan mustahik. “Dana yang kami salurkan merupakan amanah dari para muzaki. Oleh karena itu, dana ini harus sampai kepada mustahik yang berhak dan dimanfaatkan secara optimal melalui program pemberdayaan ekonomi. Harapannya, para penerima manfaat dapat mengembangkan usahanya, meningkatkan pendapatan, dan pada akhirnya mencapai kemandirian ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, H. Zulpakor Ali Akbar, S.Ag., M.H., menegaskan pentingnya menjaga amanah dengan menggunakan bantuan sesuai peruntukannya, yakni sebagai modal pengembangan usaha.

Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi menjadi pendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
“Bantuan ini harus benar-benar digunakan untuk modal usaha agar usaha para penerima manfaat semakin berkembang. Harapan kita, mereka yang saat ini berstatus sebagai mustahik ke depan dapat meningkatkan kesejahteraannya hingga mampu menjadi muzaki,” tegasnya.

Didampingi Selama Tiga Tahun Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, pelaksanaan PEU Berbasis KUA ini turut didukung oleh tim penyuluh agama Islam KUA Gunung Sindur. Tim tersebut akan bersinergi dengan Tim PEU LAZ Ummul Quro Bogor dalam melakukan pendampingan kepada para penerima manfaat selama tiga tahun ke depan.Pendampingan ini diharapkan dapat membantu penerima manfaat mengelola modal secara produktif, mengembangkan kapasitas usaha, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Ketua LAZ Ummul Quro Bogor, Abdullah, S.Pd., menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memastikan bantuan diterima secara langsung oleh para penerima manfaat. Untuk itu, dana modal usaha akan ditransfer ke rekening masing-masing penerima. Melalui program ini, LAZ Ummul Quro Bogor berharap zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi produktif yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Sinergi antara lembaga zakat, Kementerian Agama, dan KUA diharapkan dapat memperluas manfaat zakat serta mendorong lahirnya pelaku UMKM yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan di Kabupaten Bogor. (ndi)

Read more

Bogor — SDIT Ummul Quro Bogor mengadakan kegiatan “Persiapan Masa Pubertas” bagi murid kelas V bersama Yayasan Edu Sahabat Indonesia. Mengusung tema “Siap Menjalani Masa Aqil Baligh dengan Penuh Tanggung Jawab”, kegiatan ini menjadi bagian dari pendampingan murid dalam menyambut fase baru pertumbuhan mereka.

Pengenalan masa pubertas menjadi bekal penting agar anak lebih siap memahami perubahan diri serta tanggung jawab yang menyertai masa aqil baligh. Pendidikan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran dalam menjaga diri, menjalankan kewajiban agama, dan membangun perilaku yang baik.

Melalui kegiatan ini, SDIT Ummul Quro Bogor berharap para murid dapat menyambut masa pubertas dengan pemahaman yang tepat, percaya diri, serta kesiapan menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab sesuai nilai-nilai Islam.

Read more

Bogor — SDIT Ummul Quro Bogor menyelenggarakan seminar parenting bertema Dari Rumah ke Hati: Strategi Islami Membentuk Anak yang Tangguh pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Masjid Ummul Quro Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan pembagian Laporan Perkembangan Siswa (LPS).

Seminar menghadirkan Prof. Dr. Hj. Imas Kania Rahman, M.Pd.I., Guru Besar Bimbingan dan Konseling Islam sekaligus Dekan Fakultas Agama Islam UIKA Bogor, sebagai narasumber. Tema yang diangkat menekankan peran keluarga dalam membangun ketangguhan anak melalui pengasuhan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Pelaksanaan seminar parenting bersamaan dengan pembagian LPS menjadi kesempatan untuk menguatkan sinergi antara sekolah dan orang tua. Perhatian terhadap perkembangan anak diharapkan mencakup pencapaian belajar, pembentukan akhlak, serta kesiapan mereka menghadapi tantangan.

Melalui kegiatan ini, SDIT Ummul Quro Bogor berharap sekolah dan keluarga dapat terus berjalan beriringan dalam mendampingi tumbuh kembang anak menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan tangguh.

Read more

Bogor, 10 Oktober 2026 – Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, Yayasan Ummul Quro Bogor melalui Bagian Pendidikan dan SDM menyelenggarakan Uji Kompetensi Guru (UKG) Tahun Pelajaran 2026/2027 bagi seluruh guru jenjang TKIT, SDIT, SMPIT, dan SMAIT Ummul Quro Bogor.

Pelaksanaan tahap pertama berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober 2026, pukul 09.00–12.00 WIB di Aula Yayasan, dengan peserta dari unit TKIT dan SMPIT. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Learning Management System (LMS), dengan fokus pada pengukuran dan pemetaan kompetensi profesional guru.

UKG bertujuan mengukur penguasaan materi ajar, mengidentifikasi kompetensi yang perlu dikembangkan, serta mempersiapkan guru menghadapi pembelajaran berbasis penalaran dan Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap, dilanjutkan pada 24 Oktober 2026 untuk guru SDIT dan 31 Oktober 2026 untuk guru SMAIT. Hasil UKG akan menjadi dasar penyusunan program pengembangan kompetensi guru yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar ujian, UKG merupakan langkah refleksi dan perbaikan diri. Sebab, guru yang terus belajar akan mampu menghadirkan pembelajaran yang semakin bermakna bagi peserta didiknya.

Melalui kegiatan ini, SIT Ummul Quro Bogor terus berikhtiar menghadirkan pendidik yang kompeten, adaptif, dan profesional demi terwujudnya Generasi Saleh Cendekia.

Read more

Bogor, 9 Oktober 2026 – Dalam upaya memperkuat pendidikan karakter dan menciptakan lingkungan belajar yang positif, Yayasan Ummul Quro Bogor menyelenggarakan Workshop Positive Discipline bertema “Membangun Karakter, Menumbuhkan Potensi, Menuju Generasi Unggul.”

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 13.00–16.00 WIB di Ruang Diklat Yayasan ini diikuti oleh Tim Kesiswaan dari seluruh unit pendidikan TK, SD, SMP, hingga SMAIT Ummul Quro Bogor, dengan menghadirkan Sapto Sugiharto, M.Pd. sebagai narasumber membahas pentingnya penerapan pendekatan Positive Discipline atau disiplin positif dalam membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.

Melalui pendekatan Positive Discipline, guru diharapkan mampu membimbing peserta didik dengan lebih empatik, tegas, dan bijaksana, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen SIT Ummul Quro Bogor untuk terus meningkatkan kualitas pendidik dalam mendampingi tumbuh kembang generasi yang berakhlak mulia, mandiri, dan bertanggung jawab.

Karena pendidikan sejati bukan hanya tentang membuat anak patuh saat diawasi, tetapi menumbuhkan kesadaran untuk berbuat baik meski tanpa pengawasan.

Read more
Share: